Di Balik Tirai Pondok
Semerbak
bau harum nan lekat mengudara di dinding khatulistiwa nan elok.Mimpi-mimpi
mulai terbangun untuk menyingkap rasa yang terpendam.rasa yang entah kemana
rimbanya,nun jauh terbang di balik kabut meraba kenangan-kenangan di balik
sudut mega merah.Lautan simfoni tangga
melodi alam raya yang penuh dengan teka-teki.Udara subuh melengking dengan
lantunan adzan yang mengharu biru.gemericik air wudlu turut menambah indahnya
melodi hidup.Di tengah sapuan awan terbesit niat subuh di hati sang santri
annila kausaria hakim.
Hari minggu nan cerah di lukis para santri dengan roan
bersama.Santri putra dan santri putri melakukan kegiatan rutinitas dengan
membersihkan lingkungan pondok dengan bahagia.tiba-tiba gubrak.annila menabrak
pandangan nan elok di ujung aula putra.
“Ops...siapakah
gerangan.....kenapa hatiku bahagia melihatnya..cukup-cukup.annila lupakan”
“Ada apa
nil,ciyeeee..ciye,,,,,,salting niyeee..hemm..hemmm”nisa menimpali .
“Apa tha
nis,,,,,,,,,,,biasa bbaeeee,,,jangan-jangan kamu thaaa yang naksir ma dia”
“Hemm siapa ya nil
namanya”
“Ntar juga tahu kalau
pas masta”
“Apa tuh masta”
“Masa ta’aruf santri sayanggggku nila”
“Hem gitu ya,,,,aku
berharap gak mengenalnya,,,dan tidak pernah tahu tentangnya”
“Hah???///kenapa
nil....ganteng lohh orangnya...masak kamu gak tertarik nil”
“Ah kamu sajalah
nis...gak berminat aku,,,”
“Hati-hati
lohh.....ntar kamu jadi suka ma dia,,,baru tahu rasa loh nil”
“Hemmm emang kamu g mau
pa ma dia”
“Heheeeeee............ayolah
kawan,,,,,,,wajar lah manusia berhak mencintai dan di cintai”
“Hem da kena virus
sinetron ............lemon tea cinta,,preketeklahh...”
“Pissss nil......awas
kalau kamu kena virus merah jambu,,,,,,,,,,,,,yok kita ke dapur,dah laper ki”.Ungkap
Nisa
Mereka segera memburu ke dapur untuk rebutan makan dan tempat.
Annila
segera pergi meninggalkan tempat itu.usut punya usut setelah acara masta ,ternyata
santri putra tersebut kang Hikam,mohammad hikam mubarok dari tuban.Seorang santri baru yang
tampan,pintar dan low profile.dia adalah kang idaman santri putri.pesonanya
bisa menyihir mbak-mbak pondok.hikam santri baru yang cukup menambah daftar
list pangeran pondok.
Malam
merekah di atap –atap langit dengan bertaburan bintang gemintang dengan sejuta
pesona.kang hikam berangkat madin ke kelas 2 yaitu aula putra.Putri Fortuna
yang tak di sangka-sangka memihak pada Annila.Kang Hikam berpapasan dengan
annila.Subhanallah pertemuan yang membahagiakan bagi annila.Annila tersipu malu
dan segera mempercepat langkah menuju aula putra lantai 2.Hati annila berdegup
kencang bagai irama musik yang tak
beraturan.Perasaan bahagia yang teramat
sangat yang tak bisa untuk di lupakan dalam tirai memori.Apakah hati kang hikam
juga sama seperti apa yang di rasakan annila.Hanya Allah swt yang Maha Tahu dan
Maha Berkehendak atas rencananya yang tertulis di lauhul Mahfudz.
Sepulang
dari madin Anilla membuka fbnya yang
sudah tergabung dalam grup “gemintang”(gelombang santri tanggul
langin)terpasang foto kang Hikam. Dalam dunia fb terpampang nama hikam el
kafiye.dia berharap hikamlah yang mengajak berteman.setelah berselancar
ternyata kang Hikam meng-add fb “Annila zahroh alaydrus”.dengan hitungan waktu cahaya annila segera mengkonfirmasi pertemanan yang
sangat dia harapkan.perkenalan itu di sambut hangat dengan kang Hikam,dia
segera memulai chattingan dengan mba Annila.taaruf chatting telah menyuburkan
perasaan Annila dengan pelan-pelan.apakah perasaan nya akan bergayung sambut
dengan tambatan hati kang Hikam.biarlah waktu yang berbicara indahnya moment
mereka berdua.
Waktu
telah berputar dengan poros sunnah alam,pertemanan mereka lewat fb semakin
akrab,dan akhirnya bertukaran nomor hp.Senangnya
nomor hpnya kang hikam berrelief di dinding layar hp Annila.Bunga –bunga
beterbangan di jantung hati annila.Ternyata kang Hikam tak tahu dengan mba
annila.Dia hanya mengenal annila lewat dunia maya .Betapa sedihnya hati Annila
,tapi tak apalah.Dia menikmati proses indahnya berkenalan dengan kang hatinya.
Tibalah
hari lahir kang Hikam sama dengan mba
Annila dalam 1 bulan yang terukir pada bulan Agustus.Mereka berencana
bertukaran kado sebagai pengikat
silaturrahmi mereka,silaturrahmi romansa.Hari hari yang di tunggu datang dengan
bersinar ,Annila memberikan kado untuk kang hikam dengan sejuta harapan ,kang
Hikam mengetahui sisi fakta diri annila seutuhnya.Sebenarnya Kang Hikam tidak
berharap ketemu,karena kang Hikam sangat menjaga dirinya sebagai santri
profile.
Singgasana
jalan setapak menjadi saksi bisu pertemuan mereka.Annila memberikan kado dan segera
lari menghilang di balik ujung jalan
.Akhirnya kang Hikam mengetahui sosok Annila sebenarnya.
Berjuta
harapan tergores di hati Annila.Tiba-tiba dia ingat dengan prinsipnya “tidak
akan pacaran kecuali kalau setelah menikah”.Annila menangis tersedu-sedu dengan segala tingkahnya yang amburadul.jauh dari prinsipnya.Akhirnya
dia memutuskan untuk mengubur rasa
cintanyadan melupakan segala kenangan yang pernah tergores antara dia dengan kang
Hikam.Keajaiban terjadi,seusai peristiwa itu tiba-tiba Annila tidak terselip
rasa cinta sediki tpun untuk kang Hikam.Di balik fakta lain kang Hikam
menyimpan asmara yang membara pada Annila.
Kejadian
berubah antara Annila dengan kang Hikam.Arah angin berubah sumbu.Kang
Hikam tiap hari ,terbayang –bayang wajah
nan elok mirip Gadis Arab yang tumbuh dewasa.
“Aduh
kenapa aku terbayang –bayang wajah mba Annila.Apakah dia Bidadari yang bakal
menjadi pendampingku kelak,yang
menemaniku di dunia dan akhirat.”ucap kang Hikam.
“Hem
hem hem yang lagi kasmaran nie,,,,,,bawaannya melamun terus,,,,cie –cie mb
Annila ku sayang”.jawab kang Ridwan.
“Haiyaaaa,,wan
wan....jangan macam –macam kau,sayang-sayang .kepala lo peyang.”
“Hahhahaaaaaaa.....mulai
terbakar api cemburu nieeeeee,,kwakakkkaaaaa..mb Annila,kang Hikam
padamu........hahhaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.”
“Huss
jangan seperti itu kang.nanti pada tahu lhoooo.....kasihan mba annila nya.”
“Hemmmmmm......kan
dirimu jadi dekat dengan mba Annila.”
“Awas
kau kalau macem-macem,tak gu ndul
kepalamu.baru tahu rasa lhoo wan.”
Tiba-tiba suara adzan
berkumandang dengan merdunya.ibarat suara yang
membelah samudra,memecah keheningan malam.Tiba waktunya untuk menunaikan ibadah magrib.Seusai magrib
kang Hikam bertemu dengan mba Annila.Dia bermaksud menyapa Annila,tapi Annila
segera lari menjauh di telan malam.Kang Hikam segera mengirim sms kepada
Annila.tapi apa yang terjadi.Mba Annila segera menjawab kang Hikam untuk
melupakan dirinya.hancur berkeping-keping hatinya kang hikam .Sontak dia
langsung pingsan tak sadarkan diri.Tubuhnya segera diselamatkan oleh kang-kang
pondok.Mereka tersihir penuh kehebohan,peristiwa apa yang menyebabkan kang
Hikam jatuh pingsan.Setelah di periksa ternyata ada sms dari mba Annila yang
tak ingin berhubungan lagi dengan kang Hikam.
Berita tak sadarkan diri kang Hikam yang di sebabkan sms
dari mba Annila menyebar luas.Ibarat berita burung yang berkicau di segala
penjuru pondok.Berita itu akhirnya terdengar oleh Annila.Dia merasa bersalah
dan tidak tahu dengan apa dia harus menanggung perbuatan yang telah tergores di
hati kang Hikam.Seharian dia menangisi kesalahannya.Dia malu dengan semua orang
di sekelilingnya.Dia merasa sedang menghadapi ujian terberat.
Siang itu dia memutuskan untuk pulang kampung.Dia lari
dari masalah yang dia hadapi.Masalah yang tak pernah dia harapkan terjadi dalam
lembayung hidupnya.Annila husnudon dan yakin cobaan ini terjadi pada dirinya
karena dia lebih memilih Allah swt daripada cinta fana nya pada kang Hikam.
Dia
bermuhasabah diri,kisah yang di alami oleh Annila hampir sama dengan cintanya
Nabi Ibrohim pada anaknya,Nabi Ismail.Nabi
Ibrohim yang di uji imannya oleh Allah swt,Dia lebih memilih Allah swt apa Nabi
Ismail.Nabi Ibrohim di tengah kembang tidurnya,Allah memerintahkan untuk
menyembelih nabi Ismail sebagia bukti seberapa besar cintanya nabi Ibrohim
kehadlirat Allah.Dengan segala kegigihan dan kesabaran nabi Ibrohim menghadapi
beribu-ribu ujian syaitan.Akhirnya beliau berhasil melaksanakan perintah untuk
menyembelih nabi Ismail.Pada akhirnya nabi Ismail di ganti oleh malaikat dengan
kambing gemuk,maka selamatlah nabi Ismail.Dengan peristiwa yang luar biasa,Nabi
Ibrohim bersyukur dan berkurban sebagai ungkapan syukur nabi Ibrohim kehadlirat
Allah.Senyum Annila kembali merekah dan hatinya di liputi rasa gembira yang tak
terkira.Sang Khaliq telah membuka hatinya dan melepaskan tekanan batinnya.
Ungkapan
syukur berulang kali Annila ucapkan kepada Sang Penguasa Alam.Dia sudah
menemukan dirinya yang cerah secerah padang
bulan .Terik matahari menyinari kehidupan Annila.Akhirnya dia memutuskan
untuk kembali ke Penjara Suci,Pondok Pesantren.
Setiba
di pondok,Annila menemukan suasana pondok sudah lumayan membaik.Dia tidak
peduli dengan sangkaan buruk yang menimpa dirinya.Dia pasrahkan kepada Yang
Maha Hidup.Di sisi lain,mba-mba Pondok ada yang menyambutnya dengan baik.di
sisi lain dari yang lain ada juga mba pondok yang sinis dengan Annila.Suasana
kalut yang mendera Annila,tidak membuat Annila berkecil hati.tapi malah semakin
membuat Annila dekat dengan Sang Qoyyum.
Seroja
malam mulai menghias dunia dengan sejuta bintang yang di temani terang
benderang Rembulan di singgasana langit nan elok.Seusai madin,Annila segera
menuju kamar tercinta”Ar-Rohman room”.Kesibukan melanda dirinya dengan seribu
satu macam tugas deadline.Dengan ketegaran hati dia mulai mengerjakan dengan
semangat dan bahagia.
Embun
pagi mulai membasahi mawar yang merekah dan rumput-rumbut menari mengikuti
irama alam yang harmonis dan romantis.Tiba-tiba Abah Annila menjemput Annila untuk pulang dikarenakan Sang kakak
akan melaksanakan walimatul ‘ursy.Sesampainya di rumah Annila kaget,di balik rumahnya
dipenuhi orang memakai baju hitam legam.dia bingung ada apa gerangan.Apa yang
terjadi dengan orang-orang yang berpakaian hitam legam pekat.Di balik tirai
terdengar isak tangis para ibu-ibu.Annila segera mendekati seorang ibu dan
bertanya apa yang terjadi di balik semua ini.Sang Ibu menceritakan anaknya
bujang meninggalkan dunia untuk selamanya.Seketika Annila mengucapkan Innalillahi
wainna ilaihi roji’un,Annila segera menghampiri.Dia kaget bukan kepalang
ternyata yang meninggal adalah kang Hikam.Annila segera menangis sejadi-jadinya
dan
tidak percaya apa yang terjadi di depannya.Kang Hikam terbujur kaku dengan
balutan mori putih bersih.
“Kang Hikam,aku tidak percaya kalau dirimu
meninggal.jangan tinggalkan aku sendiri menyepi di ujung duniaku.Kita belum
menikah dan belum merasakan nikmatnya
cinta suci kita.tapi kenapa kamu meninggalkan aku sebelum cinta kita
bersatu.Kang Hikam jangan tinggalkan aku,aku ingin bersamamu.Maafkan segala
kesalahanku.Kang
hikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.jangan
pergi.Kamu lagi tidur kan.kamu gak mati kan kang.kamu jangan bercanda.aku
disini kang.Aku siap kamu pinang.tapi kenapa kamu malah pergi dariku.Meninggalkan
aku untuk selamanya.Kang hikam bagunnnnnnnnnnnnnnnn,bangun kang,bangun,,bangun
..bangun..bangun kang..bangun.apa kamu gak kasihan meninggalkan aku disini.Aku
mencintaimu kang atas nama Allah dan Agama.Ayo kita membina bahtera rumah
tangga.Kita punya anak dan kita bertemu di surga nanti insyaallah.Kang
bangunn....bangun jangan meninggalkan akuuuuuuuuuuuuuuuuu...”(dengan tangisan
histeris).Annila pingsan seketika dan tak sadarkan diri.dia terbujur kaku dan
lemas di atas tempat tidur.
Jam gadang berdentang membangunkan Annila.Annila
bangun dan menangis sejadi-jadinya dan sekuat-kuat tenaga.Tiba-tiba Alika.teman
sekamar Annila bangun dan menghampiri Annila.
“Annila.sadar an.kamu kenapa? Apa yang terjadi
dengan dirimu say?kenapa kamu menagis sejadi-jadinya.ungkap Annila.
“Bagaimana aku tidak menangis al.kang Hikam al.kang
Hikam.”tandas Annila.
“Kenapa dengan Kang Hikam an?”.
“Kamu dimana saja al.Kang Hikam meninggal dunia.Kamu
tidak tahu tha.Jahat banget kamu.Tega ya dirimu sama temen.masak kang Hikam
meninggal kamu tidak tahu.dimana solidaritasmu al.aku gak nyangka kamu seperti
itu ”cecar Annila
“Hah?kwkakkakkakkakakkkkkkaaaaaaaaakkkkkk”alika tertawa ria.
“Hah?kwkakkakkakkakakkkkkkaaaaaaaaakkkkkk”alika tertawa ria.
“Si bisane kamu malah tertawa.Dasar orang Aneh.”
“Hey..cah ayu.sadar cah ayu.sadar sadar.woeyyyy,,nglindur ki cah iki.”
“Nglindur
piye..aku rak mudeng maksudmu.mbohhhhhhhh.”
“Heii...liat itu di luar,kang hikam lagi makan kaeeee.dirimu kuwi ngimpi ndukkk.cah ayu.mbok
an..intek’en kono...wonge nembe segar bugar.gantenge ngepol.gagah koyok
pangeran kodok.ujar Alika.
“Apa??Astaghfirrllah hal adziim............aku ngimpi yo al.Alhamdulillah,Allah swt masih memberikan kesempatan
kepadaku.aku bersyukur banget kii
cint.
“Haiyaaaaaaaaaaaaaa...tek
guayamu nguepooollllll.jarene gak seneng kang Hikam.”
“Udah-udah.aku
rak seneng pacaran.aku pengene pacaran yang halal”.
“Heleeh-heleh...cah
ayu..aku setuju 45.tak dukung dengan 4 jempol wesssss..”
“Tolong ya di rahasiakan mimpiku ini.aku ingin mencintainya dalam diamku.Aku pendam cinta ini
dengan ridho Allah swt.Biarlah cinta ini bersemi di taman cinta yang teduh nan
damai.Cinta ini akan bersemi dan merekah menembus cakrawala bintang gemintang
menerjang langit ke tujuh nun jauh disana.Cinta yang berpayung ridho
Allah.Cinta seperti itu yang aku harapkan al.”
“Hem..hem puitis
bangettssss.......insyaallah..sayang.”
“Oke..... sayang.......terima kasih”.
Annila menyembunyikan cintanya.Dia mengakui cinta
itu fitrah.Manusia berhak mencintai dan di cintai.Tapi kadangkala manusia
menyalahgunakan cintanya.Cinta di umbar dan obral dengan lawan jenis hanya
untuk bersenang-senang.Sehingga mengakibatkan cinta itu rusak dan hina.Dia
berharap bisa menjaga cinta sucinya dan merawatnya walauupun ibarat memegang
bara api di tangannya.Kado cinta teruntuk Sang Kekasih di balut rapi dalam
tembok besar hatinya.Cinta agung nan suci nya ibarat cinta nya kekasih Allah
Dzun Nun,cinta Dzun Nun yang berlabuh di singgasana tertinggi,Hubbul
lillah.Hubbul lillah yang merupakan kedudukan cinta tertinggi.cinta agung para
ulama arab tersirat dalam cerita “Laila Majnun”yang merupakan kisah perumpaan
cinta para alim ulama arab kepada Sang Khaliq yang mencapai titik tertinggi,ma’rifat
lillah.Annila menutup muhasabahnya tentang cinta.Dia
segera menghambur keluar
menuju pintu Doraemon dan membuka tirai Pondok.Di sudut seketariat kang Hikam
duduk dengan kang-kang lainnya.Dengan hembusan panjang,Annila bergumam”Di Balik
Pondok Aku Tersenyum”.Semarang, 26 Agustus 2012
Komentar
Posting Komentar